Hubungan menejemen aset dengan menejemen dakwag

Manfaat manajemen aset terhadap MD ialah membantu memudahkan dalam pencapaian tujuan yang efektif dan efisien. Dikarenakantertata baik dalam sistem informasi, perencanaan, pengorganisasian dan lain-lain. Dan akan memudahkan pula dalam pencapaian misi dan dakwah MD

Hubungan Manajemen Dakwah dengan Manajemen Aset

Kehadiran calon da’i yang memiliki integritas sisi manajerial dan keilmuan yang layak sangatlah dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam. Itulah kiranya di antara alasan mencuat jurusan manajemen dakwah di lingkungan UIN/ IAIN. Tampilnya jurusan ini sangat diharapkan oleh oleh UIN/IAN (sebagai pembuat produk adanya jurusan) dapat menelurkan para alumni yang memiliki skill manajerial dalam mengelola lembaga dakwah Islam (baik yang berorientasi politik, pendidikan, ekonomi, sosial keagamaan maupun budaya dan informatika/ media cetak), yang dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah didapatinya dan bermanfaat bagi kemajuan dan tegaknya izzul islam wa almuslimin. Sebagai stack holder (lembaga-lembaga dakwah dan kemasyarakatan) juga sangat menantikan dalam mengelola lembaga dakwah yang mereka pimpin agar lebih efektif.

Meskipun terbilang jurusan ini relative masih muda (enam tahun), ternyata dapat dicermati output alumni manajemen dakwah telah menyebar di berbagai lembaga yang bergerak dalam bidang dakwah dan kemasyarakatan. ada yang aktif menjadi ketua DKM Masjid Raya, Ketua majelis taklim, kepala sekolah, aktif di lembaga ekonomi Islam, ada yang menjadi pengsaha sukse, aktif di ormas-ormas Islam dan LSM, aktif, aktif di Rumah Sakit Islam, aktif di penelitian aktif sebagai tenaga pengajar baik di sekolah maupun di perguruan tinggi dan lain sebagainya.

Hal ini secara kasat mata memang sudah cukup menggembirakan, namun masih jauh dari harapan. Sebab masih sangat perlu adanya pembenahan secara eksternal dan internal. Secara eksternla pihak Fakultas Dakwah dan Komunikasi terutama jurusan Manajemen Dakwah (sebagai garda fakultas dan produsen menciptakan mahasiswa siap pakai) sangat perlu meningkatkan jaringan (network) kepada lembaga-lembag dakwah di Indonesia. Dengan mengidentifikasi rumusan-rumusan kebutuhan yang diperlukan oleh lembaga-lembaga tersebut mencakup apa saja, sehingga memberikan rumusan agenda perbaikan kurikulum yang telah ada kepada apa yang dibutuhkan oleh stack holder (lembaga-lembaga dakwah). Atau bisa saja mendatangkan tenaga pengajar dari luar sebagai praktisi di lembaga dakwah yang bersangkutan, sehingga adanya sinkronasi antara teorisi dengan praktis. Tidak sebaliknya membuat kurikulum yang kurang dibutuhkan oleh mereka, atau tidak berupaya mendatangkan tenaga pengajar dari lembaga tersebut, jurusan manajemen dakwah mendatang akan menjadi mercusuar dan rujukan dalam bidang manajemen manajemen dakwah yang dikembangkan bagi proses memanje dakwah islam di Indonesia.Adapun perbaikan secara internal mencakup bagaimana pihak manajemen fakultas mencetak mahasiswa yang siap pakai baik di lembaga dakwah dan di tengah-tengah masyarakat. Peningkatan kualitas mahasiswa bisa dilakukan dengan peningkatan skill bahasa dan komputer, perbaikan kurikulum yang sesuai dengan arus rumusan kebutuhan lembaga dakwah. Sehingga Keluhan dan pesimistis mahasiswa Manajemen Dakwah untuk menggapai masa depan yang cerah dapat diminimalisasikan, sesuai dengan spesialisasi  idaman dan tujuan pokok mereka memasuki jurusan ini.

          Adapun perbaikan secara internal mencakup bagaimana pihak manajemen fakultas mencetak mahasiswa yang siap pakai baik di lembaga dakwah dan di tengah-tengah masyarakat. Peningkatan kualitas mahasiswa bisa dilakukan dengan peningkatan kemampuan bahaa dan computer, perbaikan kurikulum yang sesuai dengan arus rumusan kebutuhan lembaga dakwah. Sehingga keluhan dan pesimistis mahasiswa Manajemen Dakwah untuk menggapai maa depan yang cerah dapat diminimalisasikan, sesuai dengan spesialisasi idaman dan tujuan pokok mereka memasuki jurusan ini.
Hubungan dengan manajemen asset adalah manajemen dakwah sudah memiliki kejelasan status kepemilikan aset, inventarisasi dan masa pakai asset. Setiap anggota yang terhubung dengan manajemen dakwah (mahasiswa, dosen, alumni, dll)  harus dapat mengoptimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk meningkatkan pendapatan di mana aset berstatus sebagai idle capacity dapat dimanfaatkan sesuai peruntukkan yang ditetapkan, selain itu warga manajemen dakwah harus jeli dalam melakukan pengoptimasisasi asset sehingga dapat mengidentifikasikan dan mengetahui pemanfaatannya untuk apa, diperuntukkan untuk siapa dan mendatangkan pendapatan bagi asset manajemen dakwah jika mampu mengelola aset sesuai dengan aturan yang berlaku, pengamanan asset, dan dasar penyusunan asset maka citra atau nama Manajemen dakwah akan meluas dan dipercaya akan kedepaanya .

Nemmer (2007) berpendapat bahwa manajemen aset memiliki tujuan untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan dan untuk mengalokasikan dana aset sebuah instansi sehingga pengembalian investasi yang terbaik diperoleh, manajemen aset mencakup semua proses, alat, dan data yang dibutuhkan untuk mengelola aset secara efektif untuk mencapai tujuan.
Daftar Pustaka:

  1.  Sutaryo, Ak-Jurusan Akuntansi FE UNS, jurnal “manajemen asset daerah”.
  2.  Jusmin, “Pengaruh Manajemen Aset Terhadap Tingkat Optimalitas Aset Tetap (Tanah dan Bangunan) Pemerintah Daerah Kota Baubau”, Tesis, Yogyakarta: 2013.
  3.  Aras aira, “Peran manajemen asset dalam pembangunan daerah”, Jurnal Penelitian social keagamaan, Vol.17 Januari-Juni 2014.
  4.  Indra Satria, “PENGARUH MANAJEMEN LIKUIDITAS, MANAJEMEN ASET DAN MANAJEMEN UTANG TERHADAP LABA”, Jurnal Economia, Volume 12, Nomor 1, April 2016 
  5. Iealand el faqir. 2013. “Manajemen suatu pengantar”, Surabaya.
  6. Irham Fahmi. 2012. “Manajemen”. Bandung: Alfabeta cv.
  7. http://rocketmanajemen.com/manajemen-aset/ 


Misbakhus syurur
B94216087
Manajemen Dakwah
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Sunan Ampel Surabaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menejemen aset

Ruang lingkup manajemen aset